Rabu, 08 April 2015

Perjuangan seorang Ayah



Tampan Tailor adalah film drama Indonesia tahun 2013. Film ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto dan diproduseri oleh Sudiad. Film ini dibintangi oleh Vino G Bastian, Marsya Timothy dan Ringgo A Rahman. Film ini dirilis tanggal 28 Maret 2013. Banyak calon penonton atau penonton yang merasa pesimis terhadap film ini. Karena rasanya film ini sudah dapat diperkirakan jalan ceritanya. Banyak orang yang curiga film ini memplagiat film The Pursuit of Happiness yang dibintangi oleh Will Smith.                 

                                   


Film ini dimulai dari kisah hidup seorang penjahit duda bernama Topan (Vino G. Bastian) yang hidup dalam kesusahan bersama anaknya Bintang (Jefan Nathanio). Topan yang gulung tikar dengan usahanya sebagai tukang jahit lantas ditinggal oleh istrinya yang meninggal akibat penyakit , ia dan Bintang hidup berdua menantang kerasnya kota Jakarta. Sepupu Topan yang bernama Darman (Ringgo Agus Rahman) bisa membantu. Namun, kehidupan Darman yang serba pas pasan tentu saja tidak bisa diandalkan terus menerus, sehingga Topan harus banting tulang dengan bekerja serabutan, mulai dari menjadi calo tiket kereta api, buruh bangunan, hingga  seorang stuntman.
Sementara  itu, ada seorang perempuan jutek bernama Prita (Marsha Timothy) yang diam-diam menaruh kasihan pada Topan dan Bintang.  Dengan caranya sendiri ia mencoba membantu mereka. Prita menawarinya kerja di toko jahit kenalannya. Atasan Topan melakukan korupsi dan mengkambinghitamkan Topan. Topan keluar dari tempat tersebut dan berjuang mencari pekerjaan lain. Lalu ia menjadi stuntman atau pemeran pengganti yang gajinya lumayan namun resikonya juga tinggi. Dia mendalami pekerjaannya dengan sungguh-sungguh seperti yang ia lakukan pada pekerjaan sebelumnya. Bintang dapat bersekolah kembali berkat kerja kerasnya. Berita bahwa ia tidak bersalah di toko jahit tersebut sampai ke telinga manager dan ia meminta Topan bekerja dengan kenalannya yang menyukai jahitan jas Topan yang rapih dan teliti. Topan dapat membuka toko jahitnya lagi dengan nama yang sama yaitu Tampan Tailor di tempat yang sama,tempat dimana dulu ia dibawah roda dan sekarang mencapai atas roda tentu berkat rahmat Allah yang melihat usahanya yang gigih. Topan telah melalui perjalanan yang sulit namun ia lewati dengan usaha dan do’a.

            



Kekurangan film ini adalah musik pengiring yang terlalu besar volumenya yang mengakibatkan terganggu nya suatu momentum. Ada juga adegan mereka berjalan di jalan namun terlalu di tengah jalan bukan memakai trotoar. Namun secara keseluruhan film ini bagus dan patut ditonton karena pesan moral yang terkandung di dalamnya. Pemeran Topan dengan Bintang sebagai ayah dan anak sangat alami. Seperti ayah dan anak pada kehidupan nyata.

Rangkuman atau intisari dari film ini mengajarkan kita untuk optimis dan terus berusaha dalam menjalani hidup. Ia tidak mengeluh ketika mendapat cobaan yang bertubi-tubi seperti istrinya meninggal, hutang yang menumpuk dan mendapat susah mendapat penghasilan. Sebisa mungkin kita tidak mengandalkan bantuan orang lain. Doa dan usaha yang gigih pasti akan memberi hasil. Tidak selalu kita di atas namun tidak selalu juga kita di bawah. Ketika di atas kita harus tetap rendah hati, ketika di bawah kita harus usaha dan mandiri.Untuk menuju kesuksesan kita perlu melalui perjuangan dan DUIT( Do'a Usaha Ikhlas Tawakal).