Selasa, 03 Maret 2015

Cinta Sejati Yang Hilang


Hasil gambar untuk tenggelamnya Kapal van der wijck

     
     Tenggelamnya Kapal Van der Wijck adalah film drama romantic Indonesia yang dirilis pada tahun 2013. Film ini ditulis oleh Haji Abdul Malik Karim Abdullah yang lebih di kenal dengan nama Hamka. Sunil Soraya adalah sutradara dari film ini dan di produseri oleh Ram Soraya. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck menceritakan tentang cinta seorang pemuda yang bernama Zainuddin (Herjunot Ali) dengan gadis cantik jelita yang bernama Hayati (Pevita Pearce) yang cintanya terhalang oleh adat. Pembuatan film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck ini memerlukan biaya produksi yang tinggi sehingga film ini menjadi film termahal yang pernah diproduksi oleh Soraya Intercine Films. Waktu proses pembuatan film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck ini sangat fantastis, yaitu menghabiskan waktu hingga 5 tahunn, dan penulisan skenarionya dilakukan selama 2 tahun. Film ini dirilis pada tanggal 19 Desember 2013. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck ini dibintangi oleh Pevita Pearce (Hayati), Herjunot Ali (Zainuddin), Reza Rahardian (Aziz) dan Randy Danistha (Bang Muluk).  Film ini mengisahkan kisah cinta dua orang remaja yang dimulai pada tahun 1930.


     Saat itu,adat dipegang teguh oleh para tetua suku sebagai warisan sang leluhur. Seorang pemuda bernama Zainuddin(Herjunot Ali) meninggalkan tanah kelahirannya yaitu Makassar untuk belajar agama di Batipuh, yang tak lain adalah tanah kelahiran ayahnya. Ia sudah tidak punya keluarga lagi, ayah dan ibunya telah meninggal. Zainuddin  menumpang di rumah Ma’base yang masih menjadi kerabat ayahnya. Karena Zainuddin adalah campuran orang Minangkabau dan Bugis, banyak perlakuan buruk yang ditujukan kepadanya,baik di Makassar maupun di Minangkabau akibat masalah adat.


     Pada saat  Zainuddin tiba di Batipuh, dia bertemu dengan Hayati pada saat Zainuddin sedang megenal dan berkeliling di sekitar kota kelahiran ayahanya itu. Dari saat itulah dua mata yang saling melihat satu sama lain, berbuah menjadi rasa suka hingga menjadi cinta. Semakin sering berjumpa semakin dekatlah hubungan Zainuddin dengan Hayati. Mereka menjadi semakin akrab dan mereka sering berbalas balasan surat. Tetapi cinta mereka terhalang oleh adat Batipuh yang masih hidup. Zainuddin hanyalah pemuda melarat yang tak punya keturunan yang jelas, tapi lain halnya dengan Hayati, perempuan asli Minang yang menyandang gelar bangsawan. Ketidaksukaan masyarakat Batipuh terhadap hubungan Zainuddin dengan Hayati akhirnya berbuah sebuah pengusiran teruntuk Zainuddin. Terpaksa Zainuddin harus meninggalkan Batipuh dan singgah ke Padang Panjang untuk melanjutkan pendidikan dan menumpang tinggal di Keluarga Muluk. Sebelum meninggalkan Batipuh, Zainuddin dan Hayati mengucap sumpah setia selamanya. Hayati berjanji akan menunggu Zainuddin kembali sampai entah seberapa lamanya.

Hasil gambar untuk tenggelamnya Kapal van der wijck


     Di Padang Panjang, Zainuddin meneruskan pendidikannya dan mendalami ilmu sastra yang diajarkan Ayah Muluk. Zainuddin dan Hayati sempat bertemu, meski hanya berpapasan wajah, mereka bertemu dalam suatu acara pacuan kuda, penampilannya seperti gadis kota, belum pula ia dikawal oleh laki-laki yang berpakaian seperti orang Belanda. Laki-laki itu ialah Aziz, kakak dari Khadijah yang merupakan teman Hayati di Padang Panjang, yang membawa Hayati ke tempat pacuan kuda. Zainuddin yang sudah terlanjur cinta kepada Hayati pun memutuskan untuk meminang Hayati, namun apa daya, pinangan Zainuddin di tolak oleh keluarga Hayati. Mereka menolak dengan alasan Zainuddin tidak mampu untuk membiayai keluarganya di masa depan, dan lebih seorang pemuda kaya raya yg bernama Aziz. Hayati yang awalnya menolak dinikahkan dengan Aziz, akhirnya menyetujui pernikahan tersebut dengan alasan Aziz lebih mampu membiayai kehidupan rumah tangga dibanding Zainuddin, Hayati meminta Zainuddin untuk melupakan dirinya. Mendengar kabar tersebut Zainuddin sakit hati hingga membuat jiwanya bermasalah. Selama 2 bulan Zainuddin hanya berdiam diri di kasur merenungi kesedihannya.


     Akhirnya Zainuddin memutuskan untuk bangkit dan pergi bersama Muluk untuk merantau ke Jakarta. Untuk melupakan Hayati, gadis yang begitu dicintainya dan tega mengkhianati dirinya. Di Jakarta, ia menjadikan hobi menulis sebagai pekerjaan, dan dari hobinya itu dia dapat mengubah nasibnya. Dengan kerja keras dan bantuan Muluk, hasil karyanya terpampang di surat kabar dan dibuat sebagai cerita bersambung. “Teroesir” merupakan karya pertamanya yang dibuat berdasarkan kisah hidup Zainuddin dan mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Lalu Zainuddin bertemu dengan Aziz dan Hayati dalam sebuah opera yang diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Minangkabau. Aziz menceritakan kesulitan yang sedang dihadapinya dan akhirnya Zainuddin menawarkan kepada Aziz dan Hayati untuk tinggal di rumahnya, Setelah beberapa hari tinggal di rumah Zainuddin, Aziz jatuh sakit selama berminggu minggu, setelah sehat Aziz memutuskan untuk pergi mencari pekerjaan dan menitipkan Hayati pada Zainuddin. Tidak kuat menanggung malu, akhirnya Aziz memutuskan untuk bunuh diri dan mengirimkan surat yang isinya tentang menyerahkan Hayati kepada Zainuddin. Setelah itu Zainuddin meminta Hayati untuk pulang ke Batipuh dengan menaiki kapal Van der Wijck. Saat malam hari tiba tiba kapal Van der Wijck miring dan akhirnya tenggelam, Beruntung Hayati selamat dari tragedi tersebut, meskipun pada akhirnya Hayati meninggal dihadapan Zainuddin.


     Judul dari film ini sepertinya kurang cocok dengan alur dan jalan cerita dari film ini, karena kapal Van Der Wijck tenggelam hanya di bagian akhir film, itupun tidak jelas apa penyebabnya. Terlepas dari kekurangan itu, film ini mempunyai kelebihan yaitu menjunjung tinggi adat istiadat serta properti yang digunakan sesuai dengan keadaan pada zaman dahulu.


     Dari paparan tersebut, dapat disimpulkan kalau harta atau uang tidak bisa membeli kebahagiaan.  Film tersebut juga mengajarkan kita untuk bersabar dan tidak menyerah dalam menghadapi hidup, terus bangkit meskipun berulang kali terjatuh. Karena Allah .S.W.T pasti akan mengubah nasib seseorang apabila orang tersebut berusaha dan berdo'a kepada Allah

14 komentar:

  1. udah bagus mann kurang di warna fontnya aja sama resolusi gambar yang agak pecah

    BalasHapus
  2. Bagus man, semua kejadian yang ada di film terrangkum dalam teks tsb

    BalasHapus
  3. Bagus brad, dapat dijelaskan dengan baik..

    BalasHapus
  4. Keren man,sama seperti orangnya

    BalasHapus
  5. Keren dah bang luqman blognya

    BalasHapus
  6. Bagus man. Simpulannya keren! Tp mungkin ada beberapa kata yang bisa diganti sama kata ganti, biar lebih singkat gitu

    BalasHapus
  7. Bagus. Tata tulisnya dah baik. Sedikit koreksi nih.Hamka bukan penulis skenario film tapi penulis roman yg kemudian difilmkan dgn judul yg sama.
    Tambah rajin menulis ya.

    BalasHapus
  8. Udh bagus man... olah terus yaa blognya

    BalasHapus
  9. Keren man, unsur Rangkumanya sudah hampir mencakup isi dari semuanya, penulisan pake font glow in the dark, Terbaik lah.. wkkw

    BalasHapus